Recent

Text Widget

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Follow Us

Page

Diberdayakan oleh Blogger.

Tabs

Flexible Home Layout

Arsip Blog

Sub menu section

Main menu section

Tampilkan postingan dengan label Asam Karboksilat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asam Karboksilat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Mei 2013

,

Spektrum Asam Karboksilat

Asam karboksilat merupakan senyawa organik yang mempunyai gugus C=O karbonil dan hidroksil (OH) asam yang menjadi satu dengan sebutan gugus karboksil. Gugus karboksil mempunyai spektrum IR dan NMR yang khas.

Spektrum IR Asam Karboksilat

Asam karboksilat baik sebagai cairan murni maupun larutan dengan konsentrasi di atas 0,01 M berada terutama dalam bentuk dimer mempunyai ikatan hidrogen, bukannya dalam bentuk monomer diskret. Karena itu spektrum inframerah asam karboksilat adalah spektrum dari dimernya. Karena adanya ikatan hdrogen, serapan uluran OH asam karboksilat sangat lebar dan intensif. Serapan OH mulai sekitar 3300 cm-1 dan melandai ke dalam daerah serapan karbon hidrgen alifatik. Lebarnya pita OH asam karboksilat seringkali dapat mengaburkan serapan CH aromatik dan alifatik, maupun serapan OH atau NH lainnya pada spektrum yang sama.

Serapan karbonil asam karboksilat dijumpai pada kira-kira 1700-1725 cm-1, dengan intensitas yang cukup kuat. Konjugasi menggeser serapan ini ke frekuensi yang lebih rendah yaitu 1680-1700 -1.

Daerah sidikjari dalam spektrum inframerah suatu asam karboksilat seringkali menunjukkan uluran C-O dan bengkokan OH. Vibrasi bengkokan OH lainnya dari dimer asam karboksilat menimbulkan serapan lebar di dekat 925 -1. Untuk lebih jelasnya, perhatikan spektrum IR fenil butanoat:

Spektrum NMR Asam Karboksilat

Dalam spektrum NMR, serapan proton asam dari asam karoksilat terlihat sebagai suatu singlet jauh di bawah medan (downfield) dengan δ = 10-13 ppm, di luar skala dari rentang spektrum yang biasa. Proton alfa hanya sedikit sekali dipengaruhi oleh gugus C=O, serapannya sedikit di bawah medan (sekitar 2,2 ppm) karena efek induktif dari karbon karbonil yang positif parsial. Tidak terdapat pola penguraian yang unik, yang dikaitkan dengan gugus asam karboksilat, karena proton karboksilat tidak mempunai tetangga proton. Untuk lebih jelasnya, perhatikan spektrum NMR fenil butanoat:

Publisher: Unknown - 17.00

Kamis, 16 Mei 2013

,

Turunan Asam Karboksilat

Pengertian Turunan Asam Karboksilat

Turunan asam karboksilat adalah senyawa yang dapat menghasilkan suatu asam karboksilat bila senyawa tersebut bereaksi dengan air. Senyawa turunan (derivat) asam karboksilat merupakan suatu senyawa yang dapat disintesis menggunakan bahan awal asam karboksilat.

Jenis-jenis Turunan Asam Karboksilat

Ada banyak sekali contoh senyawa turunan asam karboksilat. Beberapa di antaranya adalah halida asam, anhidrida asam, ester, amida, dan nitril.

Halida Asam

Halida asam adalah senyawa turunan asam karboksilat dengan rumus molekul R(C=O)X. Penamaan halida asam sangat sederhana, yaitu dengan menyebutkan nama halida setelah gugus alkil. Salah satu contoh halida asam adalah asetil klorida dengan rumus struktur CH3COCl.

Anhidrida Asam

Anhidrida asam adalah senyawa turunan asam karboksilat yang mempunyai gugus asil (RC=O) terikat pada oksigen sebagai pengganti hidrogen. Rumus umum anhidrida asam adalah ([RC=O]O[O=CR]). Tata nama anhidrida asam adalah dengan mengganti kata asam menjadi anhidrida. Contoh anhidrida adalah anhidrida asetat dengan rumus CH3CO-O-OCCH3.

Ester

Ester adalah senyawa asam karboksilat yang hidrogen pada gugus karboksil diganti menjadi gugus alkil. Ester merupakan senyawa yang terkenal mempunyai bau yang harum dan menyenangkan. Ester banyak ditemukan pada buah dan bunga. Sebagai contoh, isoamil asetat banyak ditemukan pada buah pisang. Maka dari itu, ester banyak digunakan sebagai bahan pembuatan parfum sintetis.
isoamil asetat
Senyawa isoamil asetat adalah ester penyusun aroma pisang.
Ester juga sering disebut alkil alkanoat. Tata nama ester adalah dengan menyebutkan gugus alkil diikuti dengan gugus asil dengan akhiran -at. Contoh ester adalah butil etanoat dengan rumus struktur CH3COOCH2CH2CH2CH3. Ester dihasilkan melalui reaksi esterifikasi (pengesteran).

Amida

Amida adalah senyawa derivat asam karboksilat dengan gugus amino (-NH2) terikat pada gugus karboksil sebagai pengganti atom hidrogen. Penamaan amida adalah dengan menghilangkan kata asam, dan akhiran -oat diganti dengan -amida. Contoh amida adalah etanamida dengan rumus struktur CH3CONH2.

Nitril

Nitril adalah senyawa yang mempunyai ikatan rangkap tiga C dengan N. Rumus umum nitril adalah RC≡N. Nitril terkenal sebagai senyawa yang sangat beracun. Penamaan senyawa nitril adalah dengan menambahkan akhiran -nitril setelah nama alkana. Contoh senyawa nitril adalah pentananitril dengan rumus struktur CH3CH2CH2CH2C≡N.
Publisher: Unknown - 17.00

Kamis, 21 Maret 2013

,

Reaksi Dekarboksilasi

Dekarboksilasi adalah lepasnya CO2 dari gugus karboksil suatu senyawa. Hampir semua asam karboksilat jika dipanaskan pada suhu tinggi mengalami reaksi dekarboksilasi termal.
Pada suhu sedang, sebagian besar asam karboksilat tidak mengalami dekarboksilasi tetapi hanya melebur atau mendidih. Yang termasuk perkecualian adalah asam karboksilat yang mengandung gugus karbonil pada posisi β. Asam dengan tipe ini mengalami dekarboksilasi dengan cepat pada suhu sedang.
Reaksi dekarboksilasi seperti di atas merupakan sifat unik dari asam 3-oksokarboksilat (suatu asam β-keto) karena memang tidak dijumpai pada asam-asam β-keto yang lain.

Keberadaan gugus karbonil yang berposisi β mempermudah dekarboksilasi, termasuk pula pada gugus -COOH atau -COOR (ester). Sebagai contoh, asam malonat dan asam malonat yang tersubstitusi akan mengalami dekarboksilasi bila dipanaskan pada suhu sedikit di atas titik leburnya.
Publisher: Unknown - 17.00

Rabu, 20 Maret 2013

,

Reaksi Esterifikasi

Pengertian Reaksi Esterifikasi

Esterifikasi adalah reaksi pengubahan dari suatu asam karboksilat dan alkohol menjadi suatu ester dengan menggunakan katalis asam. Reaksi ini juga sering disebut esterifikasi Fischer. Ester adalah suatu senyawa yang mengandung gugus -COOR dengan R dapat berbentuk alkil maupun aril. Suatu ester dapat dibentuk dengan reaksi esterifikasi berkatalis asam. Reaksi esterifikasi merupakan reaksi dapat balik (reversible).
esterifikasi


Laju esterifikasi suatu asam karboksilat bergantung terutama pada halangan sterik dalam alkohol dan asam karboksilatnya. Kuat asam dari asam karboksilat hanya memainkan peranan kecil dalam pembentukan ester. Untuk alasan sterik, urutan reaktivitas alkohol untuk reaksi esterifikasi adalah metanol > alkohol 1º > alkohol 2º > alkohol 3º.

Contoh Reaksi Esterifikasi

Contoh reaksi esterifikasi adalah reaksi antara asam asetat dan etanol membentuk etil asetat. Reaksinya adalah:
esterifikasi etil asetat

Mekanisme Reaksi Esterifikasi

Seperti banyak reaksi aldehida dan keton, esterifikasi asam karboksilat berlangsung melalui serangkaian tahap protonasi dan deprotonasi. Oksigen karbonil diprotonasi, alkohol nukleofilik menyerang karbon positif, dan eliminasi air akan menghasilkan ester yang dimaksud. Inilah mekanisme reaksi esterifikasi:
mekanisme esterifikasi


Perhatikan bahwa dalam reaksi esterifikasi, ikatan yang terputus adalah ikatan C-O asam karboksilat dan bukan -OH dari asam atau ikatan C-O dari alkohol.

Reaksi esterifikasi bersifat reversibel. Untuk memperoleh rendemen tinggi dari ester, kesetimbangan harus digeser ke arah sisi ester. Satu teknik untuk mencapainya adalah menggunakan salah satu zat pereaksi yang murah secara berlebihan. Teknik lain yaitu membuang salah satu produk dalam campuran reaksi (misalnya dengan destilasi air secara azeotropik).

Dengan bertambahnya halangan sterik dalam zat antara, laju pembentukan ester akan menurun. Rendemen esternya pun berkurang. Alasannya ialah karena esterifikasi itu merupkan suatu reaksi yang bersifat dapat balik dan spesies yang kurang terintangi (pereaksi) akan lebih disukai. Jika suatu ester yang meruah (bulky) harus dibuat, maka lebih baik digunakan jalur sintesis lain, seperti reaksi antara alkohol dengan suatu anhidrida asam atau klorida asam, yang lebih reaktif daripada asam karboksilat dan dapat bereaksi secara tak dapat balik.

Ester fenil umumnya tidak dibuat dengan secara langsung dari fenol dan asam karboksilat karena kesetimbangan cenderung bergeser ke sisi pereaksi daripada produk. Ester fenil dapat diperoleh dengan menggunakan derivat asam yang lebih reaktif.
Publisher: Unknown - 17.00

Selasa, 19 Maret 2013

,

Pembuatan Asam Karboksilat dalam Industri

Asam asetat merupakan asam karboksilat yang terpenting dan dibuat dengan beberapa cara, di antaranya adalah:
pembuatan asam asetat
Sumber utama asam karboksilat alifatik adalah lemak hewani atau minyak nabati. Dari lemak/minyak tersebut dapat diperoleh berbagai asam karboksilat rantai lurus (tidak bercabang) dengan kemurnian lebih dari 90% dan jumlah atom karbon C dalam asam karboksilat tersebut selalu genap yaitu 6 sampai dengan 18 buah. Dari kenyataan bahwa sebagian besar asam karboksilat diperoleh dari minyak/lemak, lahirlah istilah asam lemak. Melalui proses reduksi, asam-asam yang diperoleh dari lemak/minyak diubah menjadi alkohol dan selanjutnya alkohol tersebut diubah menjadi senyawa lain yang berantai lurus dan panjang.

Asam karboksilat aromatik yang terpenting adalah asam benzoat dan asam ftalat. Dalam industri, kedua asam ini dibuat dengan cara oksidasi oleh oksigen dalam udara disertai bantuan katalis.
sintesis asam benzoat ftalat

Toluena dan o-xilena yang digunakan dalam reaksi di atas diperoleh dari minyak bumi melalui proses catalytic reforming. Khusus untuk pembuatan asam ftalat, di samping menggunakan cara oksidasi o-xilena, juga dapat dibuat dari oksidasi naftalena yang terkandung dalam ter batubara.
Publisher: Unknown - 17.00

Senin, 18 Maret 2013

,

Tata Nama Asam Karboksilat

Tata nama asam karboksilat atau asam alkanoat menggunakan aturan IUPAC dan nama umum / trivial.

Nama IUPAC Asam Karboksilat

Rumus umum untuk asam karboksilat alifatik adalah RCOOH dan untuk asam karboksilat aromatik adalah ArCOOH. Nama IUPAC untuk asam karboksilat alifatik tersebut diturunkan dari nama alkana untuk rantai karbon terpanjang yang mengandung gugus karboksil, dengan meniadakan akhiran -a pada nama alkana tersebut dan menggantinya dengan akhiran -oat, kemudian di depan ditambahkan kata asam. Maka dari itu, asam karboksilat sering disebut sebagai asam alkanoat. Penomoran pada rantai terpanjang dimulai pada atom karbon gugus karboksil. Sebagai contoh, HCOOH mempunyai nama IUPAC asam metanoat, sedangkan CH3COOH adalah asam etanoat.

Untuk nama asam karboksilat aromatik, ArCOOH yang diturunkan dari benzena dengan rumus struktur C6H5COOH diberi nama asam benzoat.

Dalam tata nama IUPAC asam karboksilat, gugus -COOH mempunyai prioritas paling tinggi, sehingga dalam penomoran pada rantai atom karbonnya, atom C pada gugus -COOH diberi nomor urut pertama.

Asam-asam dikarboksilat diberi nama dengan menambahkan dioat pada nama alkana untuk rantai atom karbon terpanjang yang mengandung kedua gugus karboksil. Nomor atom C gugus karboksil tidak perlu ditunjukkan apabila kedua gugus karboksil berada pada ujung-ujung rantai atom karbonnya. Contoh:

Untuk asam dikarboksilat aromatik yang diturunkan dari benzena digunakan akhiran dikarboksilat. Contoh:

Nama Trivial Asam Karboksilat

Asam-asam karboksilat alifatik telah dikenal jauh sebelum perkembangan teori struktur dan tata nama IUPAC. Nama trivial untuk asam-asam tersebut berkaitan dengan nama sumbernya atau ciri-ciri khas yang dimilikinya. Dalam tabel di bawah ini tercantum nama trivial asam karboksilat rantai lurus tak bercabang.

Dalam nama trivial, adanya gugus karbonil dalam suatu asam karboksilat tersubsitusi ditunjukkan dengan awalan keto-. Contoh:

Asam karboksilat di atas dapat juga diberi nama asam asetoasetat, karena dapat dianggap sebagai asam asetat yang sebuah atom H digantikan oleh gugus CH3C=O (gugus asetil atau aseto).

Inilah tabel tata nama asam karboksilat lengkap:


Atom KarbonNama UmumNama IUPACRumus KimiaDitemukan di
1Asam formatAsam metanoatHCOOHSengatan serangga
2Asam asetatAsam etanoatCH3COOHCuka
3Asam propionatAsam propanoatCH3CH2COOHPengawetan gandum
4Asam butiratAsam butanoatCH3(CH2)2COOHMentega tengik
5Asam valeratAsam pentanoatCH3(CH2)3COOHValerian
6Asam kaproatAsam heksanoatCH3(CH2)4COOHLemak kambing
7Asam enantatAsam heptanoatCH3(CH2)5COOH
8Asam kaprilatAsam oktanoatCH3(CH2)6COOHKelapa dan santan
9Asam pelargonatAsam nonanoatCH3(CH2)7COOHPelargonium
10Asam kapratAsam dekanoatCH3(CH2)8COOH
11Asam undesilatAsam undekanoatCH3(CH2)9COOH
12Asam lauratAsam dodekanoatCH3(CH2)10COOHMinya kelapa dan sabun
13Asam tridesilatAsam tridekanoatCH3(CH2)11COOH
14Asam miristatAsam tetradekanoatCH3(CH2)12COOHPala
15Asam pentadekanoatCH3(CH2)13COOH
16Asam palmitatAsam heksadekanoatCH3(CH2)14COOHMinyak palem
17Asam margaratAsam heptadekanoatCH3(CH2)15COOH
18Asam stearatAsam oktadekanoatCH3(CH2)16COOHCoklat, lilin, sabun, minyak
20Asam arakhidatAsam ikosanoatCH3(CH2)18COOHKacang tanah

Publisher: Unknown - 17.00

Minggu, 17 Maret 2013

,

Golongan Asam Karboksilat

Pengertian Asam Karboksilat

Asam karboksilat atau asam alkanoat adalah senyawa organik yang mempunyai gugus -COOH, atau yang sering disebut gugus karboksil. Gugus karboksil mengandung sebuah gugus karbonil dan sebuah gugus hidroksil. Interaksi antara kedua gugus ini mengakibatkan reaktivitas kimia yang unik untuk asam karboksilat.

Asam karboksilat mempunyai sifat kimia yang menonjol, yaitu bersifat asam. Jika dibandingkan dengan asam mineral seperti HCl dan HNO3 (dengan pKa sekitar 1), asam karboksilat adalah asam lemah (dengan pKa sekitar 5). Asam karboksilat lebih asam daripada alkohol atau fenol, terutama karena stabilisasi-resonansi anion karboksilatnya, RCOO-.
resonansi karboksilat

Kegunaan Asam Karboksilat

Asam karboksilat mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Asam asetat (asam cuka) telah dikenal manusia berabad-abad lamanya. Asam oleat merupakan suatu asam lemak, dan juga termasuk senyawa penyusun lemak. Inilah rumus struktur asam oleat.

Senyawa aspirin (asam asetil salisilat) termasuk asam karboksilat, diproduksi secara massal sebagai obat sakit kepala. Rumus struktur aspirin adalah sebagai berikut:

Prostaglandin merupakan asam karboksilat yang bermanfaat sebagai regulator proses biologi makhluk hidup. Prostaglandin merupakan asam karboksilat yang cukup rumit.

Publisher: Unknown - 17.00